Mengenal Jenis-Jenis Software
Otomasi Perpustakaan
Perkembangan
dan pemanfaatan Teknologi Informasi ( TI ) yang pesat, dewasa ini telah
menjadikan Teknologi Informasi sebagai kekuatan pendorong diberbagai bidang,
tidak terkecuali diperpustakaan. Perpustakaan sebagai salah satu Instansi yang
bersinggungan langsung dengan pelayanan public selalu dituntut untuk selalu
berinovasi, tujuannya tidak lain dan tidak bukan yaitu untuk memudahkan
pengguna dalam mengakses informasi/koleksi yang disediakan Perpustakaan.
Sebagai
jawaban atas tuntutan tersebut, dewasa ini perpustakaan mulai genjar
mengaplikasikan Teknologi Informasi kedalam lingkungan Perpustakaan. salah
satunya wujud nyatanya yaitu mulai menjamurnya Sofware Otomasi Perpustakaan
yang beredar. Tetapi dari sekian Sofware yang beredar di lapangan, setidaknya
dapat digolongkan menjadi dua Kriteria, yaitu :
1.
Software Komersial
Software komersial,
merupakan hasil riset pengembangnya dan mudah untuk diimplementasikan karena
hanya perlu dilakukan perubahan fitur sedikit atau tidak sama sekali. Training
dan Support selama beberapa periode waktu juga akan diberikan oleh vendor
secara penuh sehingga pengguna dapat langsung menggunakan tanpa harus bersusah
payah lagi. Untuk contoh Sofware adalah sebagai berikut :
1)
Athenaeum Pro
Athenaeum Pro adalah software perpustakaan yang dirancang untuk sekolah dan organisasi. Kelebihan software ini adalah manajemen katalog, utilitas analisis, kontrol sirkulasi yang kuat dengan mengesampingkan opsional untuk administrasi, serta analisis peminjaman dan item katalog. Software ini dibuat dengan FileMaker Pro 8,5 dan dapat berjalan diatas platform Macintosh OS X 10.3.9, Windows 2000 dan Windows XP. (Athenaeum Pro) merupakan proprietary software dari Sumware Consulting New Zealand.
(http://sumware.net/ath/downloadpro/)
Athenaeum Pro adalah software perpustakaan yang dirancang untuk sekolah dan organisasi. Kelebihan software ini adalah manajemen katalog, utilitas analisis, kontrol sirkulasi yang kuat dengan mengesampingkan opsional untuk administrasi, serta analisis peminjaman dan item katalog. Software ini dibuat dengan FileMaker Pro 8,5 dan dapat berjalan diatas platform Macintosh OS X 10.3.9, Windows 2000 dan Windows XP. (Athenaeum Pro) merupakan proprietary software dari Sumware Consulting New Zealand.
(http://sumware.net/ath/downloadpro/)
2)
NCI BookMan
NCI BookMan adalah otomasi perpustakaan yang bersifat komersial yang dilengkapi dengan web dan fasilitas administrasi web. Kelebihan aplikasi ini adalah teknologi barcode dan fasilitas optional untuk mencari koleksi perpustakaan. Fitur yang terdapat dalam aplikasi ini antara lain under windows, Teknologi Barcode & RFID, Web OPAC, Fasilitas pencetakan lengkap, Laporan dan Statistik, Bahasa Indonesia, Purna jual terjamin dan yang terakhir jaminan produk. Keunggulan NCI Bookman adalah sebagai berikut :
NCI BookMan adalah otomasi perpustakaan yang bersifat komersial yang dilengkapi dengan web dan fasilitas administrasi web. Kelebihan aplikasi ini adalah teknologi barcode dan fasilitas optional untuk mencari koleksi perpustakaan. Fitur yang terdapat dalam aplikasi ini antara lain under windows, Teknologi Barcode & RFID, Web OPAC, Fasilitas pencetakan lengkap, Laporan dan Statistik, Bahasa Indonesia, Purna jual terjamin dan yang terakhir jaminan produk. Keunggulan NCI Bookman adalah sebagai berikut :
a. Teknologi Barcode & RFID
b. Web OPAC
c. Fasilitas pencetakan lengkap
d. Laporan & statistic
e. Bahasa Indonesia
f. Purna jual terjamin
g. Jaminan produk terimplementasi
dengan baik
3)
IBRA advance
IBRA advance adalah software perpustakaan yang bersifat komersial yang dapat digunakan untuk mengelola hampir semua jenis koleksi bahan pustaka secara terintegrasi. Software ini dikembangkan oleh Tim TLSS. Design system IBRA antara lain WEB Base programing, Sistem client-server, dapat berjalan di semua sistem operasi, Sistem Barcode, dan Tampilan yang user-friendly.
Dengan software ini perpustakaan akan mampu mengelola hampir semua jenis koleksi bahan pustaka secara terintegrasi, baik pustaka tercetak/material, maupun pustaka non-material seperti pustaka digital dan pustaka multimedia. Program ini telah teruji di hampir semua jenis perpustakaan, perpustakaan umum, perpustakaan sekolah (TK, SD, SMP, SMA, SMK), perpustakaan perguruan tinggi, perpustakaan lembaga/instansi bahkan juga perpustakaan pondok pesantren dengan dukungan huruf arab.
IBRA advance adalah software perpustakaan yang bersifat komersial yang dapat digunakan untuk mengelola hampir semua jenis koleksi bahan pustaka secara terintegrasi. Software ini dikembangkan oleh Tim TLSS. Design system IBRA antara lain WEB Base programing, Sistem client-server, dapat berjalan di semua sistem operasi, Sistem Barcode, dan Tampilan yang user-friendly.
Dengan software ini perpustakaan akan mampu mengelola hampir semua jenis koleksi bahan pustaka secara terintegrasi, baik pustaka tercetak/material, maupun pustaka non-material seperti pustaka digital dan pustaka multimedia. Program ini telah teruji di hampir semua jenis perpustakaan, perpustakaan umum, perpustakaan sekolah (TK, SD, SMP, SMA, SMK), perpustakaan perguruan tinggi, perpustakaan lembaga/instansi bahkan juga perpustakaan pondok pesantren dengan dukungan huruf arab.
2.
Software Opensource
Software
ini bisa didapatkan dari internet karena didistribusikan secara gratis kepada
semua saja yang memerlukan. Walaupun gratis perangkat lunak ini masih banyak
kekurangan dan masih harus dimodifikasi lebih lanjut agar memenuhi sesuai
dengan kebutuhan masing-masing perpustakaan. Untuk contoh Sofware adalah
sebagai berikut :
1)
Senayan
Senayan adalah otomasi perpustakaan (Library automation) yang bersifat opensource (OSS) dan berbasis web. Aplikasi ini di kembangkan diatas platform GNU/Linux. Kelebihan dari aplikasi ini adalah mudah di instal dan multiplatform yang artinya aplikasi ini dapat berjalan hampir di semua sistem operasi. Awalnya aplikasi ini diprakarsai oleh Pepustakaan Depdiknas dan sampai sekarang terus mengalami perkembangan. Kelebihan senayan adalah sebagai berikut :
Senayan adalah otomasi perpustakaan (Library automation) yang bersifat opensource (OSS) dan berbasis web. Aplikasi ini di kembangkan diatas platform GNU/Linux. Kelebihan dari aplikasi ini adalah mudah di instal dan multiplatform yang artinya aplikasi ini dapat berjalan hampir di semua sistem operasi. Awalnya aplikasi ini diprakarsai oleh Pepustakaan Depdiknas dan sampai sekarang terus mengalami perkembangan. Kelebihan senayan adalah sebagai berikut :
a) Diperoleh
dan digunakan secara gratis
b) Dianjurkan
untuk dikembangkan, disebarkan dan dapatkan keuntungan
c)
Memungkinkan
Pengembangan lebih lanjut
d)
Memenuhi
kebutuhan otomasi perpustakaan
e)
Dikembangkan
oleh sumber daya lokal (orang Indonesia)
2)
Otomigen-X
Otomigen-X merupakan suatu aplikasi yang digunakan untuk pengelolaan kegiatan perpustakaan sehari-hari. System Otomigen-X menangani beberapa kegiatan yaitu : peminjaman, pengembalian, pemesanan, laporan/statistic, pengadaan, pengolahan, pencarian koleksi, status koleksi, dan keanggotaan.
Otomigen-X merupakan suatu aplikasi yang digunakan untuk pengelolaan kegiatan perpustakaan sehari-hari. System Otomigen-X menangani beberapa kegiatan yaitu : peminjaman, pengembalian, pemesanan, laporan/statistic, pengadaan, pengolahan, pencarian koleksi, status koleksi, dan keanggotaan.
3)
Laser
Ver. 2.0
Otomasi Perpustakaan Laser Ver. 2.0 adalah program aplikasi perpustakaan yang dibangun dengan software open source dengan bahasa Scripting PHP dan database MySQL. Program ini digunakan untuk menangani tugas-tugas ruting perpustakaan seperti pengolahan bahan pustaka, penelusuran informasi buku secara online (OPAC), dan layanan sirkulasi. Layanan sirkulasi dapat dilakukan oleh petugas perpustakaan ataupun dengan layanan mandiri untuk peminjaman dan perpanjangan koleksi. Serta chekout bahan pustaka. Laser dibuat oleh Naser dari Universitas Muhammadiyah Malang
Otomasi Perpustakaan Laser Ver. 2.0 adalah program aplikasi perpustakaan yang dibangun dengan software open source dengan bahasa Scripting PHP dan database MySQL. Program ini digunakan untuk menangani tugas-tugas ruting perpustakaan seperti pengolahan bahan pustaka, penelusuran informasi buku secara online (OPAC), dan layanan sirkulasi. Layanan sirkulasi dapat dilakukan oleh petugas perpustakaan ataupun dengan layanan mandiri untuk peminjaman dan perpanjangan koleksi. Serta chekout bahan pustaka. Laser dibuat oleh Naser dari Universitas Muhammadiyah Malang
http://akhi-ahya.blog.friendster.com
Referensi :
a.Tarto
(2011) “Implementasi Otomasi Perpustakaan dengan Perangkat Lunak SliMS ppt” dalam http://tartojogja.files.wordpress.com201106presentasi-uin.ppt
diakses tanggal 10 Maret 2012
b.donyprisma(2011) “LIBRARY SOFTWARE“ dalam http://donyprisma.wordpress.comdiakses tanggal 01 Maret 2012
c. Artikel dengan judul “Otomasi Perpustakaan pdf” ditulis
oleh Gatot Subrata, S.Kom (2009).
d.Gambar diambil
dari keterbukaaninfo.web.id
0 komentar:
Posting Komentar